MACAM-MACAM CANDI DI INDONESIA

0
Diposkan oleh Label: di
Candi Pawon



Terletak kurang lebih 2 km dari Borobudur, candi ini sebenarnya gerbang pintu masuk ke kompleks Borobudur. Candi Pawon dibangun sekitar tahun 800 M diatas pondasi dari bangunan yang lebih tua lagi.Candi Pawon adalah nama sebuah candi. Candi Pawon dipugar tahun 1903. Nama Candi Pawon tidak dapat diketahui secara pasti asal-usulnya. J.G. de Casparis menafsirkan bahwa Pawon berasal dari bahasa Jawa Awu yang berarti abu, mendapat awalan pa dan akhiran an yang menunjukkan suatu tempat. Dalam bahasa Jawa sehari-hari kata pawon berarti dapur, akan tetapi De Casparis mengartikan perabuan. Penduduk setempat juga menyebutkan candi Pawon dengan nama Bajranalan. Kata ini mungkin berasal dari kata Sansekerta vajra = "halilintar" dan anala = "api".
Di dalam bilik candi ini sudah tidak ditemukan lagi arca sehingga sulit untuk mengidentifikasikannya lebih jauh. Suatu hal yang menarik dari Candi Pawon ini adalah ragam hiasnya. Dinding-dinding luar candi dihias dengan relief pohon hayati (kalpataru) yang diapit pundi-pundi dan kinara-kinari (mahluk setengah manusia setengah burung/berkepala manusia berbadan burung). Letak Candi Pawon ini berada di antara candi Mendut dan candi Borobudur, tepat berjarak 1750 meter dari candi Borobudur dan 1150 m dari Candi Mendut.

Candi Mendut



Dinamai seperti makanan tradisional Jawa, candi ini terletak sekitar 3 km dari Borobudur. Bangunan ini jaman dahululu digunakan sebagai tempat pemujaan. Candi yang tingginya 27 meter ini dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama selesai pada akhit abad ke 8, dan tahap kedua dibangun sekitar tahun 850 M bersamaan dengan peresmian Candi Borobudur oleh Wangsa Sanjaya. Ditemukan tahun 1836 dan dipugar pada tahun 1897 dan 1904.

Candi Selogriyo

Candi ini tidak terletak di lokasi sebenarnya. Pada tahun 2002, tanah dimana dimana pondasi candi ini berada longsor, sehingga membahayakan candi. Maka diputuskalah untuk membongkar candi iini dan membangunnya kembali 20 meter dari lokasinya semula.

Di Desa Sengi, Muntilan ada tiga buah bangunan candi, yaitu :

Candi Asu 
Candi Hindu yang lumayan terawat baik. terletak di Desa Candi Pos, kelurahan Sengi, kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, provinsi Jawa Tengah (kira-kira 10 km di sebelah timur laut dari candi Ngawen). Di dekatnya juga terdapat 2 buah candi Hindu lainnya, yaitu candi Pendem dan candi Lumbung (Magelang). Nama candi tersebut merupakan nama baru yang diberikan oleh masyarakat sekitarnya. Disebut Candi Asu karena didekat candi itu terdapat arca Lembu Nandi, wahana dewa Siwa yang diperkirakan penduduk sebagai arca asu ‘anjing'. Ketiga candi tersebut terletak di pinggir Sungai Pabelan, dilereng barat Gunung Merapi, di daerah bertemunya (tempuran) Sungai Pabelan dan Sungai Tlingsing. Ketiganya menghadap ke barat. Candi Asu berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 7,94 meter. Tinggi kaki candi 2,5 meter, tinggi tubuh candi 3,35 meter. Tinggi bagian atap candi tidak diketahui karena telah runtuh dan sebagian besar batu hilang. Melihat ketiga candi tersebut dapat diperkirakan bahwa candi-candi itu termasuk bangunan kecil. Di dekat Candi Asu telah diketemukan dua buah prasati batu berbentuk tugu (lingga), yaitu prasasti Sri Manggala I ( 874 M ) dan Sri Manggala II ( 874 M ).

Candi Pendem 
Lebih besar dari candi Asu. Di lantainya terdapat lubang persegi berdiameter 1m. Mungkin sekali candi ini tidak pernah diselesaikan, dan tidak diketahui apa penyebabnya.

Candi Lumbung

Lokasinya sangat sulit dijangkau, terletak di seberang sungai yang meluap pada musim hujan, sehingga sulit diseberangi. Disebut Candi Lumbung karena diduga oleh penduduk setempat dahulu tempat menyimpan padi (candi Lumbung yang lain ada di kompleks Taman Wisata candi Prambanan).

Candi Gunung Wukir
Candi Gunung Wukir atau Candi Canggal adalah candi Hindu yang berada di dusun Canggal, kalurahan Kadiluwih, kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah. Candi ini tepatnya berada di atas bukit Gunung Wukir dari lereng gunung Merapi pada perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Menurut perkiraan, candi ini merupakan candi tertua yang dibangun pada saat pemerintahan raja Sanjaya dari zaman Kerajaan Mataram Kuno, yaitu pada tahun 732 M (654 tahun Saka).
Kompleks dari reruntuhan candi ini mempunyai ukuran 50 m x 50 m terbuat dari jenis batu andesit, dan di sini pada tahun 1879 ditemukan prasasti Canggal yang banyak kita kenal sekarang ini. Selain prasasti Canggal, dalam candi ini dulu juga ditemukan altar yoni, patung lingga (lambang dewa Siwa), dan arca lembu betina atau Andini.

Candi Gunung Sari 
Candi Gunung Sari terletak di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Sekarang hanya berupa reruntuhan pondasi candi. Tidak diketahui abad pembuatannya. tetapi diperkirakan sejaman dengan candi Gunung wukir.

Candi Ngawen
Candi Ngawen adalah candi Buddha yang berada kira-kira 5 km sebelum candi Mendut dari arah Yogyakarta, yaitu di desa Ngawen, kecamatan Muntilan, Magelang. Menurut perkiraan, candi ini dibangun oleh wangsa Syailendra pada abad ke-8 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Keberadaan candi Ngawen ini kemungkinan besar adalah yang tersebut dalam prasasti Karang Tengah pada tahun 824 M.
Candi ini terdiri dari 5 buah candi kecil, dua di antaranya mempunyai bentuk yang berbeda dengan dihiasi oleh patung singa pada keempat sudutnya. Sebuah patung Buddha dengan posisi duduk Ratnasambawa yang sudah tidak ada kepalanya nampak berada pada salah satu candi lainnya. Beberapa relief pada sisi candi masih nampak cukup jelas, di antaranya adalah ukiran Kinnara, Kinnari, dan kala-makara.

Candi Retno
Reruntuhan candi ini terletak di utara magelang, 10 km kearah Grabag, di desa Retno.

Candi Umbul
Merupakan kolam seluas 10m x 20m, dibangun bersamaan dengan candi Borobudur. Kolam ini merupakan bagian dari kompleks pemandian seluas 1 hektar yang terdiri dari sumber kolam air panas dan dingin. Sayang hanya kolam ini yang tersisa sekarang. Terletak 7 km setelah kota Secang menuju Semarang.

Candi Gedong Songo
ni Kompleks Candi Gedong Songo dulu. Terletak di lereng gunung Ungaran, di daerah wisata Bandungan, kurang lebih 30 km dari Semarang. Termasuk Candi Hindu. Candi ini mirip juga dengan Komplek Candi di Dieng. Didirikan pada abad ke 9 peninggalan wangsa syailendra. Ditemukan oleh Raffles pada tahun 1804



Back to Top