Pelanggan-pelanggan paling mematikan

Sekarang ane mau bahas "Deadly Customers"


Apa agan pernah menghadapinya? Apa agan punya SOLUSInya ? Apa malah agan salah satunya?
Ane...... pernah hadapin semuanya gan

Bagi pengalaman agan dibawah, siapa tau ada penjual yang merasa terbantu.



P : Pelanggan
A : Ane


1. Lintah
Quote:P : "Tikar berapa duit pak?"
A : "35.000/pcs pak"
P : "ok kasih saya nota kosong juga yah."
A : "buat apa pak?"
P : "Remebes ke kantor" ane masih gak ngerti
Sibapak mulai tulis-tulis. TIKAR 1PCS = 200.000
A : BUSETTTTTT (dalam hati) muka tetep senyum
P : "Ongkos kemari mahal pak. iyakan.." (sambil pencet telp)
"Iya halloooo. Pak tiker nya sekarang 200.000 harganya, gak kurang lagiii" (telp sambil keluar dari toko)

Solusi ane : biasa ane gak kasih nota kosong. "setiap nota ditanya pak sama bos, kan ada nomer serinya"



Quote:2. SKSD (Sok kenal sok dekat)
P : "Weiii Bro apa kabar?????"
A : "baikkkk" (bingung kaga kenal ni orang)
P : "Wah tokonya gede yah sekarang. Maju neh usaha"
A : "yah begitulah" (inget-inget dan tetep yakin kayaknya gak kenal ni orang)
P : "Bapak gemana?"
Mulai bahas ekonomi lesu.
Bahas politik
Bahas Rossi sama Marques
Bahas Jakarta
A : "Bapak mau beli apa yah?"
P : "oya.. saya mau beli tenda.... berapa duit yah yang kecil itu"
A : "oh itu 1.000.000/ unit"
P : "WADUHHHH sama temen sendiri masih harga gak special"
A : "Dari bos harganya segitu pak. saya gak berani utak-atik harga" (dalam hati sumpeehh ane baru liat ni orang)
P : "Jiahhhh si bro, ayolaahhhhh ngomongin ke bos lo yahhhh bisa yahhhh hopengggg kita (hopeng=sahabat deket)"

Solusi ane : JUJUR.
Bilang ke itu orang "SUMPEH MATI PAK, GUE GAK KENAL ELO, PEGI ELO DARI HIDUP WA"



3. PAKAR (gak bisa salah)
Quote:P : "saya mau beli Tenda pak buat camping"
A : "kita ada dua tipe ini aja yang buat camping pak"
P : "LAH kok pintu dibuka kebawah sih, seharsunya ke samping
A : "iya kalo merk yang saya jual yah buka kebawah"
P : "Nah lohhh saya ini biasa camping yah, semua tenda buka nya ke samping"
A : "yah punya kita yang buka kebawah pak."
P : "wah gimana kamu ini. sekarang saya tanya kalo saya didalem mau keluar gimana coba?"
A : "sleting kita double pak bisa di buka dari dalam juga"
P : "YAHH SAYA TAU SAYA BIASA CAMPING pakk, semua tenda camping yah sletingnya duoble. tapi kenapa coba pintu buka kebawah"
A : "tapi cuma ada ini pak, gak ada yang buka dari samping"
P : "coba kamu buka. ni bahan apa pakenya"
A : "atap poliester pak bawah parasut"
P : "yah saya tau semua tenda bahanya parasut, saya ini biasa camping lohhhh tau yang beginian"

Solusi ane : None,
Panggil karyawan agan. "Iya coba Alex kamu bantu bapak Presiden ini milih tenda"
Alex : "kan tenda camping kita cuma ada 2 pak"
A : "iya tar habis layanin ini orang kamu saya kasih gaji lembur"
terdengar samar di kejauhan "SAYA INI BIASA CAMPING LOH" maafkan saya Alex.



4. Lupa ingatan
Quote:P : "Pak saya mau beli kursi"
A : "Ada pak, kursi santai"
P : "Harga berapa?"
A : "300.000/pcs"
P : "kalo bahanya?"
A : "rangkanya besi pak, bagian dudukanya terpal CP"
P : "terus harganya berapa?"
A : "300.000 kan pak"
P : "wah mahal juga, kamu gak ngomong dari tadi.... bisa kurang gak"
A : "loh kan saya sudah ngomong. kalo harga sudah pas pakk"
P : "ck belummmm, sekarang saya tanya bahan dari apa coba?"
A : "besi sama terpal cp pak, kan tadi sudah saya.." (tiba2 mikir apa ane de javu yah)
Tiba-tiba bos ane keluar.
P : "bos mau beli kursi santai harga berapa nih?"
Bos : "300.000/pcs pak"
P : "oww 300.000 dia gak kasih tau ane harganya bos?" nunjuk ke ane
Bos : "Mat kalo layanin pelanggan yang bener donkkk"
A :
P : "kalo ngomong dari tadi kan enak"
A : "AKU SIAPA, AKU DIMANA, SIAPA KALIAN SEMUA AAAAAAAA" gila ane.

Solusi ane : renungkan kembali kira2 itu pelanggan yang lupa apa lo yang de javu.



5. Sok Penting
Quote:P : "Saya mau ambil meja 1, Kursi 4, Payung 1,Kasur 2. Berapa total"
A : "3.455.000 pak. Untuk pembayaran kita ada Debit XXX atau cash"
P : "Aduh 400.000 buang aja nih 3.000.000 cash" tarok uang kemeja
A : "gak bisa pak semua sudah terkompeterisasi"
P : "ok ok 55.000 gak usah deh nih 400.000 lagi"
A : "Wah pak gak bisa pembukuan susah kalo gak klop harganya, tar saya lagi yang tombok"
P : "ckkk ya sudah 5.000 gak usah." sambil lempar 50.000 an ke meja
A : "pak bukanya saya gak mau kasih 5.000 aja tapi harganya sudah dipatokin sama bos. Saya tinggal ikutin aja"
P : "ya sudah mana bosnya, masa potong 5.000 aja gak boleh"
A : "bos saya gak ditoko pak lagi diluar negeri"
P : "yah sudah mana nomer telpnya, saya mau telp"

ELOOOOO telp bos wa, buat nawar 5.000. kalo ane kasih nomer bos ane apa ane gak dibunuh bos wa waktu dia pulang. bener-bener dah.

A : "ok bapak, saya yang bayar 5.000 nya. LUNAS yah" (sambil keluarin uang 5.000 dari dompet. Ane berharap dia tiba-tiba bilang "oke agan masuk tipi. noh disana kameran, disana kamera, agan mendapat 5.000.000 karena menjadi karyawan teladan)
P : "nah gitu donk kan enak" sambil pencet2 hape "Aris kamu jemput saya di toko XXXX" (ngomong sama supirnya di telp)
Chiiiiittttt mobil alphard masuk jemput ini pelanggan.
AAAAAAAA GAK RELAAAAAAAAA. balikin GOCENG gue.....

Solusi ane : obat stress hehehe




Tips dari ane :
1. Perjelas rule jual beli dengan pelanggan
2. Cari jalan tengah, pelayanan yang baik dan bonus untuk pembelian tertentu (jika diperlukan). "added value" salah satu penyambung nyawa terhadap kelangsungan produk agan.
3. Jelaskan dengan baik jika titik temu tidak terjadi.


Mengenai perihal "pelanggan adalah raja"
Quote:Agan pernah gak komplain suatu produk bgt, di"pingpong". Disuruh kebagian sana terus bagian sini. Ujung-ujung agan nyerah terus nerima aja sambil ngedumel.

Kalo pelanggan sopan bertanya, biasa penjual akan sopan menjelaskan. Waktu koneksinya dapet informasi yang didapet pembeli akan jauh lebih banyak. Bahkan bisa terjadi yang seperti ini "Kalo bapak beli ini untung saya lebih banyak, tapi saya rasa bapak lebih butuh yang ini". Kalo pelanggan "nyebelin", penjualnya juga pengenya layanin cepet2 pergikan, ujung2 pembeli salah pilih.
Jadi siapa yang raja? pembeli raja sampai dia deal transaksinya. hehehe

wah ente kasar gan?
Tapi bener kan.

Contoh kasus neh
Agan beli hape Soxx, dibawa renang rusak.
Terus agan komplen "katanya anti air".
SC bilang "maaf pak tipe ini cuma tahan percikan air, kita perbaiki 2 bulan lagi n bayar".
"Lah waktu itu orangnya kaga ngomong"
2 bulan kaga kelar, agan juga gak bisa apa2 lagi. orang cuma SC soxx yang punya spare part. Cape sendiri kan, ngoceh juga gak nolong.

6 Bulan Kemudian Si Soxx keluarin hape Baru, Soxx Zebra5 compac. Anti Air laut n Dibanting gak rusak pertama di Indonesia. Agan ngiler beli lagi kan. hehehe

masih bilang pembeli adalah raja?
yang bener adalah "pembeli pikir dia adalah raja"

Ane cuma becanda gan, ini kan thread happy happy. Intinya ane mau ngomong kalo "sama2 menghargai maka biasa dapet win win solution. Pelanggan keluar toko puas, Penjual juga semangat".



Tips buat pelanggan
Quote:"WAh mahallll nehh" ganti dengan "kalo segitu saya pikir2 dulu yah, bisa gak harga turun jadi xxxx"
"Kemahalan harga enten, Ditoko sebelah cuma xxx" ganti dengan "Saya masih timbang2 barang n harga, kalo cocok saya balik lagi ke toko ini" - Jadi pas agan balik lagi masih ada muka gitu gan.
"kaya di Mall aja 5000 gak boleh turun" ganti dengan "turun 5000 lagi yah pak, pembeli gak nawar gak afdol, boleh?"




Quotes dari agans
Quote:Original Posted By alegr4
Tetap jaga hubungan baik sama customer, pinter2 ngadepin macem2 customer karena bisa jadi 1 customer akan mendatangkan 100 customer. Itu sih prinsip yang ane pake gan


Kasus dari agans
Spoiler for kaskus agans:

Quote:Original Posted By balagendir
Hahahahaha, macem-macem tingkah pelanggan, harus punya stok sabar ekstra.
Ane pernah ketemu yang SOK PENTING dan SOK AHLI Tuh.
Percakapan lewt Inbox di salah satu situs jual beli.
(Note: masalah harga, dan ketentuan lain-lain sudah ane cantumkan di catatan toko)

Sorry panjang, sekalian ngeluarin unek-unek. *Percakapan tidak sama persis 100% dengan asli. Esensinya dijamin tidak melenceng dari percakapan aseli (ane males buka lagi inboxnya, bikin esmosih)

Spoiler for SOK PENTING, SOK AHLI:

Si Bos : Saya mau beli "itu" bisa beli jumlah partai gak?
Ane: Kalau boleh tahu jumlahnya berapa Pak?
Si Bos: setiap model 5 warna, setiap warna 1 lusin, jadi setiap model 5 lusin.
(macem/modelnya ga cuma satu, harganya juga bervariasi, mulai 5000 ampe 11.000)
Ane : Bisa, tapi kalau masalah harga, harga diskonnya cuma bisa untuk yang "A" dan "B", diskon maksimal 10%, yang lainnya cuma ada harga ecer (padahal sudah dicantumkan di catatan toko, plus dengan alasannya kenapa), jadi yang "A" harganya bisa 5.400, yang B " 4.700.
Si Bos : Kemahalan itu untuk harga partai. 3000! Saya juga jual bahan kerajinan di sini (sebut nama situs jual belinya) tokonya "biiiiip" . (dalem hati: y so what gitu loh?)
Ane : Kalau begitu maaf saya gabisa jual jumlah partai (emot senyum). Kalau saya beli bahan "biiip" dari toko Bapak malah barang saya harus saya jual lebih mahal (harganya lebih mahal dari harga supplier ane, padahal tagline tokonya dia "Buktikan Kami yang Termurah").
Si Bos : Coba sebut mana yang lebih mahal.
Ane: Kan sudah saya bilang "biiip" tadi Pak
Si Bos: Sembarangan kamu! Saya ini importir "biiip" untuk banyak konveksi dan garmen.
Ane : Ga sembarangan kok Pak, saya juga jual bahan kerajinan, harga a, b, c, di supplier saya "segini" (lebih murah dari harga si Bos) saya masih bisa jual segini, ini link toko bahan kerajinan saya biar ga dibilang sembarangan (copast link toko ane yang satu lagi).
Si Bos: Ya kamunya sembarangan, harga bahan "biip" tetep lebih murah harga di saya kan
(ane yakin lebih murah di supplier ane, tapi gabisa ngasih bukti, karena ane make ukuran 8x lebih gede dari yang dijual si Bos tapi harganya cuma beda berapa ratus perak aja, FYI, ane belanja bahan "biiip" itu ngeborong, bisa beberapa ratus ribu ampe lebih dari sejuta).
Ane : Haahahaha, Bapak ini lucu, Bapak tawar harga saya seenaknya, tapi waktu saya bilang dagangan Bapak mahal, Bapak malah bilang saya sembarangan.
Si Bos : Bukan seenaknya, itu harga standar buat pembelian jumlah banyak. harga kamu kemahalan.
Ane : Ini bahan kerajinan Pak, standar harganya ya pengrajinnya.
Si Bos : Saya biasa Impor "itu" dari Cina, standar harganya segitu, saya juga punya 70 home industri kerajinan tangan, harganya ya segitu. kamu aja yang menilai terlalu tinggi hasil karya kamu
(Apaaaahhhh? Esmosihhhh ane sama orang macem begini, import barang dari Cina dan menekan pengrajin lokal kok bangga. Maluuuu itu harusnya. Mulailah ane ikutan childish kyak si Bos, akhirny ane sebut-sebut mamarika deh)
Ane : Saya kirim barang ini ke USA loh Pak, gak ditawar jadi 3000. Sekarang siapa yang sembarangan, Bapak megang pun belum barang kerajinan saya, berani bilang saya menghargai terlalu tinggi.

Dan masih panjaaaang lagi, Akhirnya ane kasih link toko yang jual barang "plagiat" barang kerajinan ane yang mirip "maksa", pas banget harganya 3000, sesuai harapan si Bos. Tapi sepengamatan ane, si Bos ga beli dari toko itu, tau kali mana barang bagus mana enggak, cuma mau enaknya aja harga murah gabisa menghargai orang.


SOLUSI: GA ADA, MAUK MARAH MAH MARAH AJA SAMA KAYAK ORANG BEGINI.
Quote:Original Posted By scarcely
A: ane
K: konsumen

Bbrp tahun yg lalu............

Alkisah ane Jual beli jas hujan.
K: ini barangnya gampang sobek g pak?
A: pasti sobek (ane langsung menegaskan perihal kesobekan dg jelas) , ini yg bapak pilih jas hujan bahan pvc, pasti sobek, kecuali bapak pilih yg bahan taslan atau parasit.
K: saya tiap tahun beli jas hujan n selalu sobek udah mahal g awet.
A : semahal apapun kl bahannya dr pvc pasti sobek pak, bahkan yg punya PU sekalian. Lbh baik pakai merk ****** pak, saya sendiri yg garansi 2 bulan, uang saya kembalikan penuh, barangnya bapak ambil gratis (pdhl dr pabriknya g ada garansi gan) saya dah pakai 5 tahun g ada keluhan, bahkan ketika saya naik gunung, jas hujan merk ***** g tembus pak, saran saya pakai ukuran diatas yg biasa bapak pakai, kalau biasanya L ya pakai jas hujan ukuran XL.
K : tp itu mahal pak?
A: tidak ada yg mahal pak, smua sesuai kwalitas.
K: ya udah, saya ambil 1 dulu.
A : ( bungkus gan)
Bbrp bulan kemudian n setiap tahun si bapak konsumen malah pesen buat keluarganya, temenya, pernah sibapak dpt pesenan dr klub motor (buat yg dijual lagi ane potong bbrp persen) .
Catatan :
1. Deskripsikan barang yg agan jual dg jelas
2. Kasih semacam diskon/ garansi/ atau sesuatu yg manis2, walo itu beresiko, tp inget agan harus tau betul kwalitasnya.
3. Jujur tetep modal utama, jangan ngambil laba terlalu besar ntar konsumen bertambah dg sendirinya.
Source

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment